Close

Pendiri Kerajaan Kahuripan: Sejarah, Letak, Raja-raja, Keruntuhan dan Peninggalan

Asal Usul dan Sejarah Singkat Kerajaan Kahuripan

Kerajaan ini merupakan salah satu negeri besar yang dahulu menempati Pulau Jawa. Kerajaan Kahuripan sendiri dikenal karena salah seorang pemimpinnya yang sangat populer dalam berbagai bukti peninggalan pemerintahannya. Dalam sejarahnya, kerajaan ini masih berkaitan dengan Kerajaan Bali dan juga merupakan turunan dari Medang yang lebih dahulu menempati wilayahnya.

Kerajaan Medang sendiri dipercaya merupakan sebutan kuno untuk Mataram Kuno yang diketahui banyak orang. Dalam perkembangannya, kerajaan tersebut telah menerapkan berbagai strategi agar tidak dapat diserang oleh negeri manapun. Salah satunya yakni dengan berpindah ke daerah timur Pulau Jawa.

Ada berbagai faktor yang menyebabkan Medang pindah ke daerah itu. Namun, entah bagaimana pada saat kerajaan tersebut mengadakan sebuah acara pernikahan, sang raja saat itu dibunuh oleh salah satu sekutu dari Sriwijaya. Oleh sebab itulah negeri tersebut runtuh. Selang beberapa tahun kemudian, hadirlah kerajaan baru yang diberinama Kerajaan Kahuripan.

Letak dan Pendiri Kerajaan Kahuripan

Sang raja Airlangga dipercaya merupakan sosok yang menjadi latar belakang mengapa kerajaan tersebut berdiri. Airlangga tidak lain dan tidak nukan merupakan salah satu anggota kerajaan dari Medang. Sang penguasa terakhir Mataram Kuno, Dharmawangsa Teguh, memiliki seorang saudara perempuan bernama Mahendradatta. Ia memiliki suami seorang raja besar dari Bali, yakni Udayana. Mereka berdua merupakan orang tua dari Airlangga.

Jadi, pendiri Kahuripan merupakan keponakan pemimpin kerajaan sebelumnya. Airlangga sendiri membangun Kahuripan atas usul beberapa rakyat Medang. Ia pun akhirnya membangun pusat kota baru, setelah ibukota Medang yaitu Watan telah luluh lantak karena peperangan.

Hal ini terjadi setelah sebelumnya Airlangga melakukan meditasi di pegunungan. Ia mengasingkan diri setelah Kerajaan Medang runtuh. Dan memutuskan untuk mendirikan kerajaan baru usai pulang dari pengasingan.

Kerajaan Kahuripan tentu tak luput dari serangan-serangan dari kerajaan-kerajaan lain yang ingin menguasai. Akan tetapi, itu semua bisa dilalui atas komando Airlangga. Sebaliknya, kekuasaan Kahuripan justru semakin meluas karena kemenangan atas lawan-lawannya.

Kehidupan Kerajaan Kahuripan

1. Kehidupan Politik Kerajaan Kahuripan

Airlangga yang sebenarnya masih merupakan keturunan Empu Sendok, penguasa tersohor Medang, terabadikan namanya dalam banyak prasasti. Salah satu diantaranya yakni Calcuta. Ia dinikahkan dengan buah hati dari Dharmawangsa, raja terakhir Medang Kamulan.

Akan tetapi, ketika pernikahan Airlangga berlangsung, secara mengejutkan Sriwijaya menyerang. Saat itu, kekuatan kerajaan Sriwijaya memang dikenal saat kuat pada waktu itu, sehingga memaksa Airlangga  menyelamatkan diri menuju ke hutan yang ada di sebuah pegunungan.

Di pelarian tersebut, Airlangga diminta oleh beberapa perwakilan pengikut setianya untuk membangun negeri baru lagi. Pada abad kesebelas, Airlangga berjuang sangat keras mengembalikan wibawa Medang Kamulan dengan nama barunya yakni Kerajaan Kahuripan. Banyak perang terjadi dengan kerajaan lain seperti misalnya Futri dan Wurawari.

Iapun mampu membawa kesejahteraan pada kerajaan tersebut. Setelah ia masuk ke waktu-waktu menjadi pendeta, ia menyerahkan tahta kepada anak perempuannya. Namun, anak perempuannya memilih hidup untuk bermeditasi. Tahta pun turun kepada dua orang putranya untuk menghindari perpecahan. Sayangnya, Kerajaan Kahuripan pun pecah menjadi Jenggala dan juga Panjalu atau biasa disebut Kediri.

2. Kehidupan Ekonomi Kerajaan Kahuripan

Banyak aktivitas dilakukan oleh masyarakat Kerajaan Kahuripan untuk menopang kehidupan mereka. Dengan letaknya yang berada di sekitar pegunungan, tentu saja hal ini memicu warganya untuk bercocok tanam mengingat tanah di sana yang cukup subur.

Selain pertanian, masyarakat Kahuripan juga mengandalkan sektor perdagangan. Banyak komoditas yang mampu dihasilkan oleh orang-orang Kerajaan Kahuripan seperti beras yang menjadi salah satu unggulan dari kerajaan ini.

Namun, ternyata tidak hanya itu, warga di sana juga mampu menghasilkan porselin dan juga kerajinan dari kayu. Banyak orang dari negeri lain yang berdagang dengan mereka. Diantaranya yakni Chola dan bahkan ada yang dari Myanmar.

3. Kehidupan Sosial Kerajaan Kahuripan

Sama seperti prinsip dalam ajaran Hindu, terdapat penggolongan masyarakat atau kasta di negeri Kahuripan. Kasta tersebut persis seperti yang ada di dalam Hindu.

Selain itu, ada juga pengelompokan masyarakat berdasarkan atas materi dan jabatan yang dimiliki. Akan tetapi, tidak ada yang terlalu mempermasalahkan hal itu karena hampir semua orang telah makmur dibawah kekuasaan Airlangga.

4. Kehidupan Agama Kerajaan Kahuripan

Prinsip Agama Kerajaan Kahuripan adalah Hindu. Hal ini selaras dengan keyakinan sang penguasa sekaligus orang yang berjasa dalam membangun Kahuripan. Namun, secara spesifik aliran Hindu yang berkembang di sana adalah Siwa.

Namun, tidaknya hanya Hindu, ajaran Buddha juga tumbuh di sana. Persis seperti Medang Kamulan dulu, tidak ada percekcokan antar masyarakat terkait perbedaan keyakinan. Orang-orang di sana mampu menemukan cara agar bisa berdampingan satu sama lain.

Dalam sebuah catatan, dalam Hindu percaya bahwa bumi ini dibentuk dari tujuh buah laut dan juga benua. Ia memiliki pusat, dan orang-orang Kahuripan dahulu percaya bahwa itu adalah puncak Mahameru. Ya, negeri ini memang terletak masih di sekeliling gunung indah tersebut.

Dipercaya bahwa banyak dewa-dewa yang bersemayam di Gunung Semeru. Lokapala atau kumpulan dewa mata angin diyakini tinggal di gunung tertinggi Pulau Jawa tersebut.

5. Kehidupan Budaya Kerajaan Kahuripan

Budaya yang berkembang dalam masyarakat Kerajaan Kahuripan sejalan dengan agama mereka. Banyak ditemukan hasil-hasil karya dengan adanya corak-corak Hindu ataupun Buddha.

Kebiasaan masyarakatnya cukup tertib dan tunduk terhadap aturan yang dibuat oleh pihak istana. Terdapat sebuah kuil sakral yang dijaga secara turun-temurun sejak dulu. Tempat tersebut adalah Perdikan atau Sima.

Editor terkait:

Sistem dan Perkembangan Pemerintahan Kerajaan Kahuripan

Pemerintahan kerajaan tersebut sudah cukup jelas dipimpin oleh seorang raja. Pemerintahannya sebenarnya merupakan turunan dari negeri yang sebelumnya telah ada.

Namun, Kahuripan tidak mampu bertahan lama karena setelah pemimpin pertamanya turun tahta, negeri ini pun dibagi menjadi dua. Hal ini terjadi atas inisiatif dari penguasanya sendiri agar tidak terjadi keributan dalam internal istana. Ia menurunkan negeri untuk dua orang buah hatinya hasil dari perkawinannya dengan seorang selir.

Lantaran penerus tahta yang seharusnya mengambil alih tidak mau mengemban amanah tersebut karena ada beberapa hal. Selain karena ia merupakan perempuan, namun juga karena ia lebih memilih untuk bertapa dan mengasingkan diri untuk mendapatkan pencerahan.

Silsilah Raja Kerajaan Kahuripan

1. Dharmawangsa Teguh

Sebenarnya dia merupakan raja terakhir dari Medang Kamulan. Akan tetapi, karena sejarah Kahuripan tidak bisa dipisahkan dari cikal bakal negerinya, maka ia cukup berpengaruh dalam adanya kerajaan ini. Ia memiliki pengaruh besar dalam kerajaannya.

2. Airlangga

Bisa juga disebut dengan Erlangga, ia merupakan pemimpin satu-satunya secara teknis. Ia membangun kerajaan tersebut dan mampu membawa masa emas bagi orang-orangnya. Sebagai pemimpin, ia sangat bijak membawa negeri.

Tidak ada pertentangan yang terjadi pada masa ia memimpin. Justru perlawanan diterima dari pihak diluar kerajaan. Hal ini memang dipicu karena asumsi pihak asing bahwa kerajaan ini merupakan salah satu kepanjangan tangan dari Sriwijaya.

Tidak sedikit yang menyerang Kahuripan pada  masa Erlangga mengambil alih tonggak kekuasaan. Namun, semua dapat dikendalikan bahkan tunduk dan menjadi bagian dari Kahuripan. Oleh sebab itu, ketika negeri itu dipisahkan untuk dua orang penerusnya, sudah ada banyak wilayah yang bisa dibagikan secara merata.

Meskipun pada akhirnya Kediri yang ada di bagian selatan berkembang lebih maju dari pada pecahan Kahuripan bagian utara. Dan akhirnya dua negeri itu bersatu kembali, bahkan semakin luas dari Kahuripan.

Masa Kejayaan Kerajaan Kahuripan

Waktu-waktu emas Kerajaan Kahuripan adalah ketika Sriwijaya telah menurun pengaruhnya di nusantara. Dengan begitu, sang raja bisa dengan bebas melakukan segala upaya untuk kemajuan kerajaan di bagian timur Jawa tersebut. Pada saat tersebut rakyatnya bisa melakukan kontak bisnis dengan beragam negeri.

Selain itu, Airlangga juga sangat menghargai berbagai karya tulis yang tercipta dari kalangan masyarakatnya. Ia cukup mengapresiasi mereka sehingga tidak sulit bagi warganya untuk mengembangkan kemampuannya tersebut.

Terdapat sebuah karya berjudul “Arjuna Wiwaha” yang cukup fenomenal. Karya tersebut menjadi salah satu identitas dari kerajaan ini. Karena dengan banyaknya kekaisaran Hindu di Indonesia, Kahuripan mampu untuk menonjolkan sesuatu yang berbeda.

Dengan kisah Mahabaratha yang menjadi refrensi dasar karya itu, kitab besutan Empu Kanwa bisa berpengaruh terhadap perkembangan Hindu di Jawa hingga seluruh daerah nusantara.

Editor terkait:

Penyebab Runtuhnya Kerajaan Kahuripan

Tidak seperti kebanyakan kerajaan yang ada di Indonesia, runtuhnya Kerajaan Kahuripan tidak disebabkan oleh adanya serangan ataupun pengaruh dari pihak diluar kerajaannya. Pendirinyalah yang dengan sendirinya memecahkan Kahuripan menjadi dua untuk penerus tahta.

Keputusan sang pemimpin tersebut untuk menjadi seorang Resi, atau bisa disebut sebagai salah satu pendeta dalam agama Hindu. Dua orang putra mahkota yang meneruskan amanat dari ayahnya yakni Mapanji Garasakan dan juga Sri Samarawijaya. Mapanji mengambil alih kekuasaan Janggala yang berada di sentral Kahuripan sebelumnya.

Sedangkan kerajaan satunya cukup jauh dari pusat pemerintahan Kahuripan sebelumnya. Namun, justru Samarawijaya mampu untuk membawa Kediri yang dipimpinnya menjadi lebih besar lagi. Dalam perkembangannya, Kedirilah yang nantinya mampu membuat Janggala dan Kediri menyatu lagi. Bahkan lebih luas karena sebelumnya Kediri sudah menaklukkan beberapa wilayah di sekelilingnya.

Keruntuhan Kahuripan sebenarnya memang sangat disayangkan oleh banyak pihak. Beberapa bangsawan dan rakyatnya sendiri tidak terlalu setuju dan masih ingin agar Airlangga memimpin. Namun, karena memang prinsip hidupnya raja harus menurunkan tahtanya. Meskipun begitu, tidak ada protes tegas jadi rakyatnya tidak kacau balau.

Prasasti dan Bukti Peninggalan Kerajaan Kahuripan

Cukup banyak bangunan ataupun peninggalan dalam bentuk lainnya dari Kerajaan Kahuripan. Berikut ini beberapa diantaranya:

1. Candi

Berbagai bangunan candi dibentuk pada saat Kahuripan masih berdiri. Karena sang raja yang sangat taat dalam agama, ia membuat beberapa candi di kerajaannya.

Salah satunya yaitu Candi Belahan yang ada di daerah Penanggungan. Tempat tersebut merupakan salah satu daerah sakral di sana dahulu.

Selain itu, ada juga candi Semar Jalatunda. Letaknya sekarang ada di daerah Mojokerto. Bangunan ini juga menjadi pusat upacara keagamaan kerajaan itu.

2. Karya tulis

Sudah diketahui sebelumnya bahwa pemimpin Kerajaan sangat mengapresiasi tulisan sastra. Selain Arjuna Wiwaha, ada salinan dari Mahabaratha yang merupakan warisan dari Kerajaan Kahuripan. Erlangga yang begitu mengapresiasi sastra di sana membuat dua kitab tersebut populer dan berkembang menjadi salah satu cikal bakal dari aliran Hindu di nusantara.

Baca juga kumpulan materi tentang Sejarah Kerajaan atau materi menarik lainnya di Coinone